Memanah sebagai Olahraga Sunnah, Meneladani Ajaran Rasulullah
Memanah bukan sekadar olahraga yang menuntut ketepatan dan konsentrasi. Dalam tradisi Islam, ia juga memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat. Aktivitas ini dikenal sebagai salah satu olahraga sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga banyak umat Muslim menjadikannya sebagai bagian dari ikhtiar meneladani ajaran beliau sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk mempelajari memanah karena manfaatnya yang besar, baik untuk pertahanan diri maupun pembentukan karakter. Pada masa awal Islam, keterampilan memanah menjadi kemampuan penting dalam menjaga keamanan. Namun lebih dari itu, memanah melatih fokus, kesabaran, dan pengendalian emosi, nilai-nilai yang selaras dengan ajaran Islam tentang keteguhan dan ketenangan hati.
Memanah juga termasuk olahraga yang minim kontak fisik, sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kalangan usia. Latihan yang rutin membantu meningkatkan koordinasi tangan dan mata, memperkuat otot inti, serta melatih pernapasan agar lebih teratur. Dalam praktiknya, seorang pemanah dituntut untuk benar-benar tenang sebelum melepaskan anak panah, sebuah proses yang mencerminkan pentingnya kehati-hatian dan pertimbangan dalam setiap tindakan.
Dengan memadukan nilai ibadah dan olahraga, memanah menjadi simbol keseimbangan antara kekuatan fisik dan spiritual. Meneladani anjuran Nabi Muhammad SAW untuk mempelajari memanah bukan hanya tentang mengikuti tradisi, tetapi juga tentang menumbuhkan semangat menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia.
Salam Hangat
Ruhama Archery
Ahmad Ari Wijaya