Sebelum Hancur Lebur: Sastra di Ambang Kiamat Teknologi

Di tengah derasnya arus teknologi yang menjanjikan efisiensi dan kecepatan, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: Apa arti kesusastraan, kesenian, dan kebudayaan ketika teknologi seolah mampu menjawab semua persoalan manusia? Ketika algoritma bisa menebak perasaan, ketika AI mampu menulis puisi dan melukis kanvas, apakah masih ada ruang bagi manusia untuk merasakan, mencipta, dan merenung? Dalam dunia […]